Aku Tidak Butuh Diselamatkan, Aku Butuh Dimengerti
Aku Tidak Butuh Diselamatkan, Aku Butuh Dimengerti
---
### Aku Tidak Butuh Diselamatkan, Aku Butuh Dimengerti
Orang sering berpikir bahwa saat seseorang terluka, ia harus segera diselamatkan.
Diberi nasihat, ditunjukkan jalan keluar, diangkat dari gelap.
Tapi tidak semua luka butuh pahlawan.
Kadang, yang kita butuhkan hanyalah seseorang yang mau duduk di sebelah kita—tanpa berkata apa-apa.
Aku tidak butuh diselamatkan.
Aku tahu bagaimana caranya bertahan.
Aku tahu bagaimana rasanya tenggelam, dan bagaimana rasanya bernapas lagi setelahnya.
Yang aku butuh hanyalah dimengerti—tanpa penilaian, tanpa kesimpulan cepat, tanpa kalimat “kamu harus kuat.”
Mengerti bukan berarti setuju dengan semua rasa sakitku.
Mengerti berarti kau mendengarkan tanpa mencoba menghapusnya.
Kau melihatku apa adanya, bukan sebagai seseorang yang harus diperbaiki, tapi sebagai seseorang yang masih belajar untuk baik-baik saja.
Kadang, kehadiran yang diam bisa lebih menyembuhkan daripada ribuan kata penghiburan.
Karena dalam diam, ada penerimaan.
Dan dalam penerimaan, ada ketenangan yang tak bisa dijelaskan dengan logika.
Jadi jika suatu hari aku datang padamu, jangan buru-buru menyalakan cahaya.
Biarkan aku duduk sebentar dalam gelapku.
Temani aku di sana.
Karena aku tidak butuh diselamatkan—aku hanya butuh seseorang yang mengerti bahwa aku sedang mencoba menyelamatkan diriku sendiri.
---
Post a Comment for "Aku Tidak Butuh Diselamatkan, Aku Butuh Dimengerti"